Top Ads

amalan bln syawal

 KHUTBAH PERTAMA

Khutbatul Hajat

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

Wasiat Taqwa

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Mukadimah Tadabbur

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Ramadhan telah pergi…

Hari-hari yang penuh tangisan di sepertiga malam telah berlalu…

Lantunan Al-Qur’an yang dahulu sering kita baca, kini mulai jarang terdengar…

Maka pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri kita:

Apakah kita berubah… atau kita kembali seperti sebelum Ramadhan?

Para ulama salaf sangat khawatir terhadap amal mereka. Mereka tidak sibuk menghitung amal, tetapi sibuk memikirkan: apakah amal itu diterima atau tidak?

Sebagian mereka berkata:

“Seandainya aku tahu satu amal saja diterima oleh Allah, itu lebih aku cintai daripada dunia dan seisinya.”

Mengapa demikian?

Karena Allah berfirman:

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Ma’idah: 27)

Makna Syawal: Ujian Setelah Ramadhan

Hadirin rahimakumullah,

Syawal bukan sekadar bulan setelah Ramadhan.

Syawal adalah ujian kejujuran iman.

Jika setelah Ramadhan kita tetap taat → itu tanda diterima

Jika kembali kepada maksiat → itu tanda bahaya

Ibn Rajab rahimahullah berkata:

“Janganlah seorang hamba lebih mengenal Allah di bulan Ramadhan saja, karena Rabb Ramadhan adalah Rabb sepanjang tahun.”

Amalan Utama di Bulan Syawal (Pendalaman)

1. Puasa Enam Hari: Simbol Cinta dan Istiqamah

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Hadirin sekalian,

Puasa Syawal bukan sekadar menambah pahala, tetapi simbol cinta kepada ibadah.

Orang yang mencintai sesuatu, ia tidak mudah meninggalkannya.

Renungkan:

Mengapa setelah Ramadhan kita cepat meninggalkan puasa?

Mengapa semangat ibadah menurun?

Jawabannya: karena hati belum benar-benar hidup.

Puasa Syawal juga seperti shalat sunnah setelah shalat wajib, yang berfungsi:

Menambal kekurangan

Menyempurnakan ibadah

2. Istiqamah: Tanda Keimanan Sejati

Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Istiqamah artinya:

Konsisten dalam ketaatan

Tidak berubah meski keadaan berubah

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Istiqamah itu berat.

Karena ia bukan semangat sesaat, tetapi perjuangan seumur hidup.

Sebagian salaf berkata:

“Istiqamah lebih berat daripada seribu karamah.”

Contoh sederhana:

Shalat tepat waktu setelah Ramadhan

Tetap membaca Al-Qur’an setiap hari

Menjaga pandangan dari yang haram

3. Rasa Takut Amal Tidak Diterima (Khauf)

Inilah ciri orang beriman:

وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ

Mereka beramal… tapi takut.

Mereka taat… tapi khawatir.

Bukan seperti kita:

Beramal sedikit → merasa cukup

Berbuat dosa → merasa aman

Hadirin sekalian,

Jika seseorang merasa amalnya pasti diterima, itu tanda kesombongan.

Namun jika ia takut dan terus memperbaiki diri, itu tanda keimanan.

4. Silaturahmi: Bukan Sekadar Tradisi

Syawal identik dengan saling mengunjungi dan bermaafan.

Namun perlu diluruskan: Silaturahmi adalah ibadah, bukan sekadar budaya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

“Yang disebut menyambung silaturahmi bukan yang membalas kebaikan, tetapi yang tetap menyambung meski diputus.”

Ini berat…

Namun di situlah letak pahala besar.

5. Menjaga Hati Setelah Ramadhan

Hadirin rahimakumullah,

Ramadhan telah membersihkan hati kita.

Namun setelah itu, hati kembali bisa kotor karena:

Dosa

Lalai

Cinta dunia

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً... أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Jika hati baik → seluruh hidup baik

Jika hati rusak → seluruh hidup rusak

Penutup Khutbah Pertama

فَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Penegasan Akhir

Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Ketahuilah…

Ramadhan bukan tujuan, tetapi latihan

Syawal bukan akhir, tetapi awal perjalanan

Orang yang benar-benar mendapatkan Ramadhan adalah:

Yang berubah setelahnya

Yang lebih dekat kepada Allah

Yang lebih takut berbuat dosa

Sebagian ulama berkata:

“Barang siapa yang kebaikannya setelah Ramadhan lebih baik, maka itu tanda diterima.”

Muhasabah Singkat

Mari kita bertanya pada diri kita:

Apakah shalat kita lebih baik?

Apakah Al-Qur’an masih kita baca?

Apakah dosa kita berkurang?

Jika jawabannya belum…

Maka Syawal adalah kesempatan kedua.

Doa Penutup

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا كُلَّهَا، دِقَّهَا وَجِلَّهَا، أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُسْتَقِيْمِيْنَ عَلَى دِيْنِكَ

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَعْرِفُوْنَكَ فِي رَمَضَانَ فَقَطْ

اللَّهُمَّ أَحْيِنَا عَلَى الطَّاعَةِ وَأَمِتْنَا عَلَى الطَّاعَةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Belum ada Komentar untuk "amalan bln syawal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel